BeritaSambas

Keluarga Almarhum Marap Kecewa, Mantan Kades Tebuah Elok Hanya Dituntut 2 Tahun Penjara

×

Keluarga Almarhum Marap Kecewa, Mantan Kades Tebuah Elok Hanya Dituntut 2 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini
Penasihat Hukum keluarga almarhum Marap usai sidang di Pengadilan Negeri Sambas, Rabu 10 Januari 2023/Ist
Penasihat Hukum keluarga almarhum Marap usai sidang di Pengadilan Negeri Sambas, Rabu 10 Januari 2023/Ist

KLIKSAMBAS.COM, –Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Sambas selesai membacakan tuntutan kepada Harun, Mantan Kades Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, dalam sidang, Rabu 10 Januari 2024.

Dalam sidang perkara Nomor 215/Pid.B/2023 itu, Harun dituntut 2 tahun penjara karena dianggap melakukan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia yakni almarhum Marap, tetangganya sendiri pada 21 Mei 2023.

Penasihat hukum keluarga Marap, Lipi, S.H mengatakan keluarga merasa kecewa dengan tuntutan JPU yang hanya 2 tahun. Bagi mereka, tuntutan itu sama sekali tidak memenuhi rasa keadilan dan seharusnya lebih berat.

“Meski pengakuan terdakwa tidak sengaja, tapi tuntutan 2 tahun penjara ini terlalu ringan dan hanya menambah penderitaan bagi keluarga Marap,” ujar Lipi, S.H.

Lipi, S.H. mengatakan, keluarga Marap awalnya menaruh harapan besar kepada JPU untuk mendapatkan keadilan. Ternyata malah sebaliknya, terdakwa hanya dituntut 2 tahun saja oleh JPU.

“Terdakwa selama ini hanya menjadi tahanan kota, hal ini juga membuat keluarga Marap curiga dengan penegakan hukum yang dilakukan APH di Kabupaten Sambas. Harusnya ia ditahan di Rutan Sambas,” katanya.

Lipi mengatakan, keluarga Marap kini hanya dapat berharap kepada majelis hakim yang mengadili kasus tersebut untuk memberikan keadilan dengan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada terdakwa.

“Saya meyakini dalam kasus ini, majelis hakim yang menganut prinsip ‘Freedom of Justice’ dapat memutuskan dengan arif dan bijaksana sesuai Pasal 359 KUHP. Demi mengobati dera air mata dan kesedihan keluarga korban,” ujarnya.

Sementara itu, Klik Sambas Media sudah dua kali melakukan panggilan telepon kepada Harun selaku terdakwa dalam kasus ini, untuk mendapatkan konfirmasi sebelum berita ini diterbitkan. Namun ia tidak menjawab, pesan yang dikirimkan juga hanya dibaca.

Editor: Ya’ M. Nurul Anshory