Sambas

Bea Cukai Sintete Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp296 Juta

×

Bea Cukai Sintete Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp296 Juta

Sebarkan artikel ini
Bea Cukai Sintete musnahkan barang ilegal atau Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai senilai Rp296.266.356 dengan potensi kerugian negara Rp196.676.026, Kamis 30 November 2023.
Bea Cukai Sintete musnahkan barang ilegal atau Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai senilai Rp296.266.356 dengan potensi kerugian negara Rp196.676.026, Kamis 30 November 2023./Foto Klik Sambas Media.

KLIKSAMBAS.COM, –Bea Cukai Sintete musnahkan barang ilegal atau Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai senilai Rp296.266.356 dengan potensi kerugian negara Rp196.676.026, Kamis 30 November 2023.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Sintete, Teguh Iman Subagyo mengatakan, barang-barang yang dimusnahkan itu adalah hasil penindakan dan operasi pasar periode April sampai Agustus 2023.

“Barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan di PLBN Aruk dan operasi pasar di wilayah kerja KPPBC Tipe Madya Pabean C Sintete yang meliputi Kota Singkawang, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang,” ujarnya.

Teguh memaparkan, adapun jenis-jenis barang yang dimusnahkan melanggar kepabeanan diantaranya, sepatu dan pakaian bekas, elektronik, alat-alat sepeda motor, kloset, petasan, sex toys, obat-obatan, minuman keras, dan rokok.

Kemudian barang yang dimusnahkan karena melanggar cukai yakni rokok 108.864 batang, hasil pengolahan tembakau lainnya sebanyak 496 mililiter, dan minuman keras sebanyak 38,43 liter.

Bea Cukai Sintete musnahkan barang ilegal atau Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai senilai Rp296.266.356 dengan potensi kerugian negara Rp196.676.026, Kamis 30 November 2023.
Bea Cukai Sintete musnahkan barang ilegal atau Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai senilai Rp296.266.356 dengan potensi kerugian negara Rp196.676.026, Kamis 30 November 2023./Foto Klik Sambas Media

Teguh menegaskan, penindakan yang dilakukan terhadap barang-barang ilegal tersebut merupakan komitmen Bea Cukai dalam menjaga dan melindungi masyarakat di wilayah kerja mereka.

“Penindakan yang dilakukan juga sesuain dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Cukai. Lalu, pakaian bekas merupakan komoditi yang dilarang untuk diimpor sesuai pasal 47 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan,” katanya.

Barang-barang ilegal tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan dihancurkan. Sebab kata Teguh, barang-barang ilegal seperti pakaian bekas, banyak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat khususnya ekonomi dalam negeri.

Editor: Ya’ M. Nurul Anshory