Sambas

Potret Kinerja APBN Semester I di Singbebas Surplus Rp84,5 Miliar

×

Potret Kinerja APBN Semester I di Singbebas Surplus Rp84,5 Miliar

Sebarkan artikel ini

KLIKSAMBAS.COM –APBN 2022 tetap menjadi instrumen fiskal yang bekerja keras menangani pandemi Covid-19 dan mendorong ekonomi kembali bangkit sehingga dirancang untuk terus antisipatif, responsif, dan fleksibel dalam merespon dan mencerminkan optimisme serta kehati-hatian dalam menghadapi dinamika global.

Pemerintah mengambil kebijakan yang menjadikan APBN sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas perekonomian serta menjaga proses pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung.

Kebijakan tersebut juga disinergikan dengan langkah penyehatan APBN sejalan dengan meningkatnya penerimaan negara sebagai dampak kenaikan harga komoditas.

KPPN Singkawang selaku Kuasa Bendahara Umum Negara melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan APBN di daerah dengan wilayah kerja Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas (Singbebas).

Kepala KPPN Singkawang, Bulus Lumban Gaol Selasa 12 Juli 2022 mengatakan, berdasarkan data Aplikasi Online Monitoring SPAN (OMSPAN), Pendapatan Negara yang telah dibukukan oleh KPPN Singkawang pada semester I tahun 2022 sebesar Rp766 miliar.

“Pendapatan Negara tersebut terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp734,81 miliar dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp31,19 miliar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk Penerimaan Perpajakan, kontribusi terbesar disumbang oleh Pajak Penghasilan sebesar Rp421,02 miliar, disusul Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp283,03, Pajak Cukai sebesar Rp18,90 miliar, Pajak Lainnya sebesar Rp6,89 miliar.

“Sedangkan Pajak Bumi dan Bangunan telah menymbang sebesar Rp4,90 miliar dan Bea Masuk sebesar Rp56,52 juta,” tambahnya.

Bulus Lumban Gaol mengatakan, di sisi Belanja Negara, total anggaran yang disalurkan oleh KPPN Singkawang pada tahun 2022 sebesar Rp1,74 triliun.

“Anggaran belanja ini terdiri dari Belanja Kementerian Lembaga (KL) sebesar Rp948,50 miliar yang dialokasikan pada 84 satuan kerja dan Belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp796,48 miliar yang dialokasikan pada 3 kabupaten kota,” jelasnya.

Bulus Lumban Gaol menambahkan, realisasi belanja negara yang disalurkan oleh KPPN Singkawang pada semester I tahun 2022 sebesar Rp681,46 miliar yang terdiri dari belanja KL sebesar Rp412,76 miliar atau 43,52% dari pagu, dan penyaluran belanja TKDD sebesar Rp268,69 miliar atau 33,74 % dari pagu.

Ia melanjutkan, untuk belanja KL, penyerapan anggaran terbesar terdapat pada belanja pegawai sebesar Rp306,96 miliar atau 46,83% dari pagu belanja pegawai, disusul belanja barang sebesar Rp92,26 miliar atau 38,36% dari alokasi belanja barang.

Sedangkan balanja modal telah diserap sebesar Rp13,47 miliar atau 25,72% dari pagu belanja modal, dan belanja bantuan sosial sampai dengan semester I telah direalisasikan sebesar Rp67,1 juta atau 45,91% dari pagu belanja bantuan sosial.

“Untuk belanja TKDD, realisasi tersebut berasal dari penyerapan anggaran Dana Desa yang sampai dengan semester I tahun 2022 telah disalurkan sebesar Rp151,20 miliar atau 53,10% dari alokasi anggaran Dana Desa. Dana Desa ini disalurkan kepada 122 desa di Kabupaten Bengkayang dan 192 desa di Kabupaten Sambas,” ujarnya.

Selain itu kata dia, penyerapan TKDD juga disumbang oleh penyerapan DAK Non Fisik yang terdiri dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dan BOP Kesetaraan.

“Adapun realisasi DAK Non Fisik pada semester I sebesar Rp114,41 miliar atau 51,92% dari pagu anggaran DAK Non Fisik. Dana DAK Fisik ini disalurkan kepada sekolah dan lembaga pendidikan yang berada di Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas,” jelasnya.

Sehingga kata Bulus Lumban Gaol, pada semester I tahun 2022 Potret APBN di lingkup KPPN Singkawang terjadi surplus sebesar Rp84,5 miliar.

Ia mengatakan, penyerapan belanja KL sampai dengan semester I tahun 2022 ini masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh satuan kerja mitra KPPN Singkawang yaitu masih terdapat blokir anggaran belanja pada 46 satuan kerja dengan total nilai blokir sebesar Rp27,63 miliar.

“Terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp16,19 miliar, belanja barang masih diblokir sebesar Rp6,40 miliar dan belanja modal sebesar Rp5,03 miliar,” ungkapnya.

Bulus Lumban Gaol mengingatkan, kepada seluruh Kuasa Pengguna Anggaran bahwa target penyerapan anggaran untuk triwulan III tahun 2022 harus dicapai agar tidak terjadi penumpukan penyerapan anggaran di akhir tahun.

Sehingga pemerintah dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat dan kesehatan APBN.

“Target penyerapan triwullan III yaitu untuk belanja pegawai dan belanja bantuan sosial sebesar 75% dari pagu anggaran sedangkan belanja barang dan belanja modal sebesar 70% dari pagu anggaran,” pungkasnya.

Kontributor: KPPN Singkawang

Editor: Redaksi Klik Sambas

Comment